Buka Puasa Bersama FKIP Universitas Yapis Papua, Perkuat Syiar Pendidikan di Tanah Papua

Keluarga Besar FKIP UNIYAP menggelar Buka Puasa Bersama
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Jayapura, 4 Maret 2026 – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Yapis Papua menggelar kegiatan Buka Puasa Bersama yang berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan pada Selasa (4/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi antar pimpinan, dosen, dan civitas akademika di lingkungan FKIP.

Acara tersebut dihadiri oleh Dekan FKIP, *Dr. H. Muhamad Thoif, S.Pd.I., M.Pd., Wakil Dekan FKIP **Dr. Hasruddin Dute, Ketua Program Studi PAI **Ahmad Buchori, S.Pd., M.Pd., Ketua Program Studi PGSD *Tri Kurniah Lestari, S.Pd., M.Pd., serta segenap dosen FKIP.

Dalam sambutannya, Dekan FKIP Dr. H. Muhamad Thoif menegaskan bahwa eksistensi Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) memiliki peran strategis dalam menyemarakkan dan mensyiarkan pendidikan di Tanah Papua.

Beliau menyampaikan bahwa meskipun jumlah dan sumber daya yang dimiliki tidak selalu besar, semangat untuk menghadirkan banyak kegiatan akademik dan pengabdian harus terus digelorakan.

“Eksistensi PAI dan PGSD di bidang pendidikan adalah bagian dari ikhtiar kita dalam mensyiarkan pendidikan di Tanah Papua. Walaupun sedikit, kita harus banyak bergerak dan menghadirkan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat,” ujarnya.

Tausiyah: Ujian sebagai Jalan Kenaikan Derajat

Pada kesempatan tersebut, tausiyah disampaikan oleh Boky Azis, S.Sos.I, alumni STAI Yapis Jayapura tahun 2003. Dalam penyampaian materinya, beliau mengingatkan bahwa kehidupan tidak selalu berjalan sesuai dengan harapan manusia.

Menurutnya, ujian dan tantangan merupakan sarana Allah untuk mengangkat derajat hamba-Nya. Oleh karena itu, kesabaran menjadi kunci utama dalam menjalankan aktivitas, termasuk dalam proses perkuliahan dan pengabdian sebagai pendidik.

Beliau mengilustrasikan kehidupan dengan analogi wortel, telur, dan kopi:

  • Wortel yang awalnya keras menjadi lembek setelah direbus.
  • Telur yang awalnya rapuh justru menjadi keras.
  • Namun kopi, bukan berubah karena air panas, melainkan mengubah air menjadi harum dan bernilai.

“Manusia harus seperti kopi. Bukan hanya berubah karena ujian, tetapi mampu memberikan pengaruh positif bagi lingkungan sekitarnya,” pesannya.

Penutup dan Doa

Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz Zaidir, memohon keberkahan Ramadhan serta kekuatan bagi seluruh civitas akademika FKIP dalam menjalankan tugas pendidikan dan pengabdian di Tanah Papua.

Melalui kegiatan ini, FKIP Universitas Yapis Papua tidak hanya mempererat ukhuwah, tetapi juga mempertegas komitmen bersama dalam membangun pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing, khususnya di Papua.

Semoga semangat Ramadhan semakin menguatkan dedikasi FKIP dalam mencetak generasi pendidik yang unggul dan berakhlak mulia.